Hari Bea Cukai ke-75

Carousel imageCarousel imageCarousel image

Selayang Pandang

Bea Cukai merupakan perangkat negara “konvensional” yang eksistensinya telah ada sepanjang masa sejarah suatu negara. Melalui proses panjang dalam guratan Sejarah Republik Indonesia, Bea Cukai turut serta menjadi pemeran utama dalam setiap episode yang melengkapi histori bangsa dengan wajah dan nama yang silih berganti.

Tepatnya setelah Indonesia merdeka, Lembaga Bea Cukai dibentuk tanggal 01 Oktober 1946 dengan nama “Pejabatan Bea dan Cukai”, dengan R.A Kartadjoemena ditunjuk sebagai kepala Pejabatan Bea dan Cukai yang pertama. Hal inilah yang dirasa tepat mendasari waktu diperingatinya Hari Bea dan Cukai Indonesia.

Setiap tanggal 01 Oktober, Hari Bea dan Cukai diperingati dengan harapan refleksi perjalanan, menyatukan kekuatan, dan meningkatkan semangat korsa setiap insan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam melaksanakan tugas dan fungsi.

Tema

75 Tahun, ¾ abad Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam pengabdian. Dengan mengusung tema “Menampi Masa, Kumpulkan Asa, Bea Cukai Untuk Indonesia” dengan harapan Bea Cukai semakin berupaya menjaga Indonesia melalui tugas dan fungsi yang melekat padanya.

Layaknya fungsi tampi dalam menghasilkan beras bebas gabah, Bea Cukai berperan menyediakan masa depan terbaik untuk generasi bangsa dengan menyaring hal-hal yang dapat merusak tatanan nilai, norma, dan budaya nusantara yang sejak dulu telah mengkristal dalam peradaban Bumi Indonesia. Menjadi salah satu alat negara yang harus berupaya menjaga keberlangsungan Ibu Pertiwi, 75 tahun masih harus berlanjut demi Bea Cukai untuk Indonesia.

Filosofi Logo

Angka 5 di asosiasikan sebagai jam atau waktu, berputar sebesar 3/4 selayaknya angka 75 yang menuju 100, dimana Bea Cukai telah berusia 3/4 abad untuk mengabdi pada negeri.

Bentuk ini juga bisa diasosiasikan sebagai sebuah cahaya atau sinar, dimana akan memberi penerangan dan harapan atau asa bagi Indonesia.

Warna biru menggambarkan komunikatif, dapat dipercaya, menenangkan.

Warna kuning menggambarkan optimisme dan kebijaksanaan.

Red Carpet

Menampilkan dan menyapa para tamu undangan, pejabat serta pegawai DJBC yang dipandu oleh MC terbaik pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.


Apel

Sebuah bentuk penghormatan kepada pendahulu Bea Cukai Indonesia yang telah mewariskan tongkat estafet perjuangan Bea Cukai yang akan dipimpin oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai.


Menteri Menyapa

Turut hadir Menteri Keuangan Republik Indonesia yang akan menyapa para pegawai dari ujung Sabang sampai Merauke Indonesia.

Film Musikal

Menampilkan film musikal yang menceritakan perjalanan Bea Cukai Indonesia yang diperankan oleh pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai se-Indonesia.

qwertyuuuu